8 Desa Pengguna air Aiq Numpas sepakati Dilakukannya penertiban dan pengelolaan Sumber mata air Di Gawar Gong

Oketv.news
Pemerintah Kecamatan Wanasaba Fasilitasi pertemuan 8 Desa pemakai air dari mata air Aiq Numpas  Gawar Gong Desa Beririjarak Kec. Wanasaba Pada Jumat, 18/10/2019 kemarin di aula kantor camat wanasaba.
Kedelapan Desa tersebut adalah Desa Beririjarak,Jineng,Bebidas,Otak Rararangan,Karang Baru,Karang Baru Timur,Wanasaba Daya, Kembang Kerang Daya Kec. Aikmel.
Dalam pertemuan tersebut telah di sepakati akan dilakukan penertiban d pengelolaan Sumber mata Air yang lebih baik.  Namun sebelum dilakukan penertiban , Akan dilakukan beberapa kajian terkait berbagai permasalahan yang ada , Konsep pengelolaan dan berbagai hal tehnis lainnya melalui Tim yang sudah di bentuk dari perwakilan 8 Desa yang sudah di sepakati. Masing masing dari Desa Tersebut akan mengirim perwakilan satu orang yang akan di libatkan menjadi Tim.

Terkait bentuk pengelolaan , akan di sepakati  setelah Tim yang terbentuk melakukan pengkajian.
Kepala Dinas PMD melalui Kabid Pengelolaa  Sumber Daya Alam dan teknologi Tepat Guna Mejelaskan. Air termasuk salah satu potensi Sumber Daya Alam . Pengelolaan Sumber daya Air yang melibatkan beberapa Desa seperti sumber air Di Gawar Gong dapat di  lakukan dengan kerja sama antar Desa .  pengelolaannya bisa dalam bentuk Bumdes Bersama antar Desa,Atau melalui BKAD ataupun melalui kerja sama lain yang bisa si sepakati dan itu sudah diatur dalam Undang Undang.


Share:

Musyawarah Antar Desa pengelolaan Air Di Mata Air Aiq Numpas Gawar Gong

Oketv.news
Bertempat di Aula kantor camat Wanasaba sejumlah Kepala Desa yang tergabung dalam 8 Desa Pemakai Air melakukan Musyawarah pada Jum'at,18/10/2019 kemarin.
Musyawarah yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan wanasaba Ini Juga di hadiri oleh pihak KPHL Rinjani Timur,Dinas PMD Kab Lombok Timur,unsur BPD,P3A,Pengawas Pengairn,Pengurus Bumdes dan Kelompok Gapura Pokdarwis Gawar Gong serta beberapa undangan lainnya.
Camat Wanasaba Saharudin,S.STp dalam pengantarnya mengatakan Bahwa Mata Air Numpas Merupakan salah satu dari puluhan Mata Air yang ada Di kawasan  Hutan Lindung Gawar Gong yang pemanfaatannya di Gunakan untuk Sarana Air Bersih dan Irigasi. Pada faktanya Pengelolaan Air tersebut masih di lakukan secara sendiri sendiri oleh masing masing Desa , Karena semua merasa memiliki akibatnya banyak pemasangan Liar yang di kakukan oleh beberapa desa di Luar Desa Beririjarak.  Sementara Kegiatan pelestarian dan Perawatan sumber mata Air hanya di bebankan Kepada Desa Penyangga yaitu Desa Beririjarak.
Bila hal ini di biarkan, maka akan menimbulkan benih benih konflik sama halnya  kita menyimpan Bom Waktu yang suatu saat akan meledak, ungkapnya.

Lebih jauh beliau menjelaskan , Kegiatan Muayawarah ini mejadi moment yang tepat untuk menyatukan persepsi bahwa sumber mata Air Numpas yang ada di Gawar Gong Perlu di tertibkan melalui pengelolaan yang baik sehingga pengguna air yang ada di 8 Desa Tersebut merasa aman dan nyaman.

Sementara itu Balai KPHL Rinjani Timur Melalui Kasi Perencanaan dan Pemberdayaan Masyarakat Dadang Sumanda,S.Hut Mengatakan bahwa salah satu  Bentuk Perhutanan Sosial adalah Melalui Skema Kemitraan. Di Gawar Gong Sendiri Pihaknya telah melakukan Kerja Sama di Pengelolaan Jasa Lingkungan dengan Kelompok Gapura Pokdarwis Gawar Gong Termasuk di Dalamnya adalah Pengelolaan Mata Air.  Pihaknya juga telah melakukan pendataan Mata Air  di Gawar Gong yang berjumlah sekitar 36 buah .

Share:

Kemarau Panjang : Lahan Petani Masih Kosong

OkeTV.14/10/19
Musim kemarau Tahun ini berdampak Pada sejumlah Petani yang ada di Desa Beririjarak, Khususnya  petani yang berada Di kawasan Ladang Tadah Hujan Tepatnya di bagian Utara Desa Beririjarak Kec. Wanasaba Lombok Timur.

Warga atau Petani yang sebagian Besar Menanam Padi Rau ( padi Gogo ) di wilayah ini harus menunggu musim Hujan untuk memulai menanam , Sementara warga sudah melakukan Pembersihan Lahan sejak dua Bulan yang lalu.

Keterlambatan Masa tanam akibat musim Panas Tidak hanya terjadi pada Tahun ini, bahkan dulu pernah terjadi musim kemarau sampai 8 Bulan lebih sehingga menyebabkan Keterlambatan Penanaman .
Seperti yang di tuturkan salah seorang petani "Inak Handri ".
Kendati demikian, masyarakat yang belum membersihkan lahan tetap memulai pembersihan lahan, agar ketika nanti hujan turun, lahan sudah siap untuk ditanami bibit.

Dilansir dari kompas.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi musim hujan akan mulai merata di seluruh Indonesia pada November.

Sehingga diharapkan masyarakat bisa menunggu turunnya hujan dan tetap membersihkan lahan agar siap ditanami nantinya.


Share:

Kelas Ibu Hamil Di Posyandu Nurul Iman Otak Kebon


OkeTV,12/10/19
Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu ) Nurul Iman Dusun Otak Kebon Tengah Desa Beririjarak Kec. Wanasaba mengadakan Kegiatan penyuluhan Makanan Bergizi yang di kemas dalam bentuk Kelas Ibu Hamil pada Sabtu, 11 Oktober 2019 Kemarin.
Kegiatan tersebut berlangsung di Tempat Posyandu yang bertepatan dengan jadwal Pelayanan Posyandu hususnya di Wilayah Otak Kebon Tengah.
Kegiatan yang di fasilitasi oleh Kader Pembangunan Manusia  (KPM ) Desa Beririjarak , Bidan Desa, Dan Tim Gizi Puskesmas Karang Baru tersebut di hadiri Oleh Sejumlah Ibu Hamil baik yang masih Hamil Muda ataupun yang mendekati kelahiran yang bertujuan memberikan pengetahuan Kepada Ibu hamil tentang Gizi dalam Rangka pencegahan Stunting Pada Anak Sejak dalam kandungan.

KPM Desa Beririjarak Baiq Maemunah pada awalnya mengajak Ibu hamil untuk ikut dalam proses pembuatan Makanan Tambahan Untuk ibu Hamil, Mulai dari jenis sayuran , Cara pemasakan sampai pada penyajian.
Beliau juga menyebutkan Bahwa kegiatan Kelas Ibu Hamil Ini merupakan yang pertama Kali di adakan di Desa Beririjarak Pada Tahun Anggaran 2019.mengingat angka Ibu hamil Di Wilayah Dusun Otak kebon tengah Merupakan yang terbanyak. Dan kegiatan ini akan berlanjut ke posyandu lainnya di Desa Beririjarak.

Sementara itu, Bidan Desa Beririjarak  Husniah ,Amd.Keb Menjelaskan tentang pentingnya megikuti kegiatan Posyandu Bagi Ibu Hamil. Karena pada kegiatan Posyandu tersebut ibu hamil bisa melalukan Kontrol kesehatan dan konsultasi langsung kepada petugas terkait dengan kesehatan Kandungan. Dia juga mengharapkan ibu hamil lebih aktif dan sering membaca buku panduan Posyandu yang telah diberikan.
Hal yang sama Juga di ungkapkan oleh Tim Gizi puskesmas Karang Baru. Beliau Menjelaskan tentang 4 Jenis bintang yng harus selalu ada dalam setiap sajian makanan Ibu hamil. Seperti Karbohidrat,Protein hewani ,Sayuran, Kacang kacangan. Karena ha ini akan membantu kecerdasan Anak setelah lahir Dan membantu mengurangi stuntingpd  anak sejak 1000 pertama kehidupannya.

Kegiata tersebut di sambut antusias oleh para ibu hamil ,  kader posyandu, dan berharap kegiatan ini menjadi pelajaran dan pengetahuan  lanjutan kepada masyarakat pada umumnya, Demikian di ungkapkan kader posyandu nurul iman, Hamdiah...


Share:

sosial

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Tentang saya

Foto saya
selong, NTB, Indonesia
Divisi Advokasi di Komunitas Gapura Beririjarak

Label