Pemdes Beririjarak : Padi Rau sebagai Komuditas unggulan Desa Beririjarak.

Edisi,01/11/2019
Selain Kopi, Pemerintah Desa Beririjarak juga berkomitmen Untuk mengembangkan Beras Merah sebagai salah satu produk Unggulan Desa.
Komitmen Tersebut diwujudkan melalui pengadaan Bibit Padi Rau yang di anggarkan Melalui Anggaran Dana Desa Tahun 2019. Hal ini maksudkan untuk menunjang Ketersediaan Produksi beras merah Tiap Tahunnya dan juga untuk mempertahankan Identitas pade Rau sebagai Komuditi yang diwariskan orang tua sejak Dulu.
Pemdes Beririjarak Menyebutkan, Penyediaan Bibit Tahun ini belum maksimal karena di sebabkan kurangnya Masyarakat yang menanam Padi Rau sehingga Pembagiannya pun belum merata kepada semua Masyarakat terutama yang memiliki lahan yang cocok untuk ditanami Padi Rau. Dan kedepannya Diharapakan dengan semakin banyaknya masyarakat menanam Padi rau maka ketersediaan bibit padi akan tercukupi.
Diketahui bahwa, pengadaan bibit ini bersumber dari petani Lokal Desa Beririjarak.  padi hasil panen di kumpulkan lalu kemudian Itu yang di beli terus di berikan kepada masyarakat yang beluim memiliki Bibit/Benih padi.
Momentum pelaksanaan Festival Matak pade Rau merupaksn sebagai langkah awal melalukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah untuk kembali menanam Padi Rau sebagai komuditas unggulan desa Beririjarak
Share:

Pelatihan Pengembangan Kopi di Desa Beririjarak.

Edisi,01/11/19
GApura ( Gerakan Pemuda Untuk Perubahan ) Desa Beririjarak menggelar Pelatihan pengembangam kopi Bagi Petani Kopi Di Desa Beririjarak Kecamatan wanasaba Kabupaten Lombok Timur pada Kamis, 31 Oktober kemarin.
Kegiatan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa tahun 2019 ini merupakan Salah satu Komitmen Pemerintah Desa Beririjarak dalam Meningkatkan Sumber daya , Khususnya Pengembangan Kopi sebagai salah satu Produk Unggulan di Desa Beririjarak.
Menurut panitia Kegiatan Yang juga Pengelola Kopi Rau Dari Komunitas Gapura Sopian Hadi mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan Ini merupakan Yang kedua kalinya didakan Oleh Komunitas Gapura melalui anggaran dari Pemerintah Desa Beririjarak. Melalui kegiatan Ini di harapakan Petani akan kembali untuk menanam dan merawat Kopi yang sebagian Besar sudah di Rusak oleh masyarakat.

Hadir pada kegiatan tersebut adalah warga masyarakat Di 9 kekadusan yang sebagian besar menanam Kopi bahkan ada yang sudah memulai Budidaya Kopi sambung.

Sementara narasumber dari kegiatan pelatihan tersebut adalah penggiat Kopi dari komunitas scopi yang juga pemilik kopi sembalun Pak Wathan dan pihak dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur.
Share:

sosial

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Tentang saya

Foto saya
selong, NTB, Indonesia
Divisi Advokasi di Komunitas Gapura Beririjarak

Label